truth

yurari yureru hikari hitotsu itami iyasu koto naku kieru
"I take your life forever, you take my life forever"
hirari ochiru namida hitotsu omoi todoku koto naku kieru
"I take your life forever, you take my life"

tomaranai toki ni hisomu ai wa kitto furisosogu ame no youni
(koboreochita namida no ato kogoe souna namida no iro)
modorenai kioku meguru subete ubawareta kono yo no hate ni
(koboreochita namida no ato kogoe souna namida no iro)

kanashimi...
tatoe donna owari wo egaite mo kokoro wa nazo meite
sore wa marude yami no youni semaru shinjitsu
tatoe donna sekai wo egaite mo ashita wa mienakute
sore wa marude yuri no youni kegare wo shiranai
negai wa toumei na mama de

shiroku somaru hana ni hitori nanimo kawaru koto naku chikau
"I take your life forever, you take my life"

todokanai koe ni nokoru ai wa sotto fukinukeru kaze no youni
(koboreochita namida no ato kakushi kirenu futatsu no kao)
owaranai yoru ni nemuru yume no kizuato ni nokoshita itami
(koboreochita namida no ato kakushi kirenu futatsu no kao)

kanashimi...
tatoe wazuka na hikari umarete mo nageki wa kurikaesu
sore wa marude uso no youni kieru shinjitsu
tatoe saigo no hane wo hiraite mo sadame wa kaerarezu
yuri no hana wa hakanage ni itami wa kienai
yume nara aishita mama de

kanashimi...
tatoe donna owari wo egaite mo kokoro wa nazo meite
sore wa marude yami no youni semaru shinjitsu
tatoe donna sekai wo egaite mo ashita wa mienakute
sore wa marude yuri no youni kegare wo shiranai
negai wa toumei na mama de
»»  Baca Selengkapnya...

Akatsuki no Kuruma =The Wheel of Dawn

Kazesasou kokage ni utsubusete naiteru
Mi mo shiranu watashi wo watashi ga miteita
Yuku hito no shirabe wo kanaderu GITAARA
Konu hito no nageki ni hoshi ha ochite



Shaded by the trees, calling out to the wind, I'm lying face-down crying
I saw a version of myself I didn't even recognize
On this guitar I'm playing the melody of someone who's passed on
A star falls in the grief of someone who'll never be seen again

Yukanaide, donna ni sakende mo
ORENJI no hanabira shizuka ni yureru dake
Yawarakana hitai ni nokosareta
Te no hira no kioku haruka
Tokoshie no sayonara tsuma hiku



Please don't go, no matter how much you scream,
all it will do is quietly stir these orange petals
Saved on my soft brow,
I send the memories in my palm far away
An eternal farewell as I keep strumming

Yasashii te ni sugaru kodomo no kokoro wo
Moesakaru kuruma ha furiharai susumu
Yuku hito no nageki wo kanadete GITAARA
Mune no ito hageshiku kakinarashite



The heart of a child clinging to a gentle hand
The blazing wheels cast it off and continue on
On this guitar I'm playing the grief of someone who's passed on
The strings in my heart being plucked at violently

Aa kanashimi ni somaranai shirosa de
ORENJI no hanabira yureteta natsu no kage ni
Yawarakana hitai wo nakushite mo
Akaku someta suna haruka koete yuku
Sayonara no RIZUMU



In the pure white unstained by sorrow,
the orange petals stirred in a summer shadow
Even if my soft brow is lost,
I'll cross over the far off, red-stained sand
The rhythm of farewell

Omoide wo yakitsukushite susumu daichi ni
Natsukashiku me fuite yuku mono ga aru no



Branded into my memories, on the ever-turning earth,
there is something sprouting in remembrance

Akatsuki no kuruma wo miokutte
ORENJI no hanabira yureteru ima mo dokoka
Itsuka mita yasurakana yoake wo
Mou ichido te ni suru made
Kesanaide tomoshibi
Kuruma ha mawaru yo



Sending off the dawn's carriage
Those orange petals are stirring somewhere even now
The peaceful daybreak I once saw
Until it is placed in my hands once more,
please don't let the light go out
The wheels are turning
»»  Baca Selengkapnya...

keyword

(W-B-X crime and the city)

Mata dare ka ga Totsuzen door wo tataku
Jiken no yokan Welcome to windy city
Kono machi ni wa Namida wa niawanai ze
Yami ni hisomu keyword Mitsukedasou! (Mitsukedasou!)
Hitori de wa todokanai yume
“Kensaku suru mugen no archive! Kioku toiu umi e to dive!”
Kimi to nara kanaerareru half and half! (half and half!)
(W-Boiled Extreme!)

W-B-X! Futari no body and soul!
(Hoka ni nai sa only! Tsumari ainori)
Hitotsu ni
W-B-X! Saikou no partner Deau toki (Deau toki)
Kiseki okoru (so we can make it!)
Double wo sagase!

(W-B-X crime and the city)

Tokai no chaos Kiken na kaori sasou
Arashi ga kuru Welcome to windy city
Juutai shiteru News ya uso wo surinuke
Kakusareteru keyword Mitsukedasou! (Mitsukedasou!)
Shinjiau chikara wa itsuka
(Hanbun demo futari de kyuukyoku! 2-way kara kuridasu kick!)
Kitto kono machi wo sukuu trust and trust! (trust and trust!)
(W-Boiled Extreme!)

W-B-X! Unmei no body and soul!
(Hoka no dare mo only! Tsumari kimi hitori)
Hitotsu ni
W-B-X! Saikou no chemistry Hajimatta (Hajimatta)
Wadai sarau (so we can make it!)
Double wo sagase!

Soko ni hito ga inaku cha
Machi wa kuukyo na hako sa
Bokura wo tsunai da kaze wo tometakunai!
(Bokura wo tsunai da kaze wo tometakunai!)

W-B-X! Futari no body and soul!
(Hoka ni nai sa only! Tsumari ainori)
Hitotsu ni
W-B-X! Saikou no partner Deau toki (Deau toki)
Kiseki okoru (so we can make it.. W!)
it.. W!

W-B-X! Unmei no body and soul!
(Hoka no dare mo only! Tsumari kimi hitori)
Hitotsu ni
W-B-X! Saikou no chemistry Hajimatta (Hajimatta)
Wadai sarau (so we can make it!)
Double wo sagase!

(W-B-X crime and the city)
»»  Baca Selengkapnya...

Menyambung Benang


Terkadang saat kita bertemu seseorang di bis yang duduk di samping kita, atau bertemu di tempat lain saat kita melakukan perjalanan, kita hanya sekedar mengobrol saja tanpa imgin menjalin hubungan persahabatan lebih jauh, sekedar untuk memecahkan keheningan dan kesunyian dan terkadang malah cuek.


Siapa tahu orang yang duduk di samping kita kelak akan menjadi sahabat yang paling kita butuhkan atau penolong kita. Karena merasa mempunyai banyak sahabat, kita jadi tidak tertarik mencoba bersahabat dengan orang yang duduk di samping kita.


Atau terkadang kita malu atau takut mengawali pembicaraan karena takut di cuekkan. Sebenarnya orang di samping kita pun merasa begitu. Yang perlu kita pikirkan adalah bahwa orang di samping kita juga ingin menjalin persahabatan denga kita, tapi malu dan tidak berani juga, takut kita yang cuek dan tidak peduli dengan dia. Jika pikiran itu ada di otak kita, keberanian untuk mengawali pembicaraan pun akan muncul dengan sendirinya.


Saat awal tahun 2009, aku melakukan perjalanan ke suatu tempat untuk mencari informasi , saat naik bus itulah aku kenal dengan mas makhrus. Dia tepat duduk tepat di samping kanan ku. Kita mengobrol lama sepanjang perjalanan, dan menceritakan kepadaku masa lalunya, dia cerita kalau dia anak pedesaan, lulus dari SMA kekurangan info universitas, ekonomi keluarga tidak mencukupi untuk melanjutkan kuliah. Dan akhirnya dia berkelana ke kota surabaya dengan bekal seadanya. Keluar dari gua menuju dunia luar yang penuh resiko dan rintangan demi janji kehidupan yang menanti.


Dia terus menerus mencari lowongan pekerjaan, bertanya dari satu tempat ke tempat lain, membuka-buka koran, sampai akhirnya Tuhan memberikan balasan atas jerih payahnya, dia mendapat pekerjaan di suatu Mall, dan gajinya bisa dia gunakan untuk kuliah.


Butuh waktu yang lama untuk menemukan suatu keberhasilan, tidak cukup satu atau dua hari saja, itupun tidak secara spontan, tapi bertahap.

Terkadang manusia mudah tidak bersabar, dan hanya mampu bertahan satu minggu, satu bulan atau satu tahun.

Padahal untuk mencapai keberhasilan di perlukan kesabaran di dalam setiap tindakan.



Sampai sekarang aku masih berkomunikasi dengan mas makhrus, di perjalanan panjang yang akan aku lakukan kali ini, dia juga mendoakanku, terima kasih atas jasamu mas, jasamu akan selalu aku ingat. Entah jika saat itu aku tidak bertemu mas makhrus di bis, mungkin malamnya aku sudah tidur di jalanan.


Terkadang kita dengan mudah melupakan kebaikan orang lain, tapi kita selalu ingin kebaikan kita selalu di ingat orang.

»»  Baca Selengkapnya...

Benih yang di tanam


jum'at, 5-desember-2008


hari ini toko kami lumayan ramai, aku senang sekaligus bersyukur, tidak seperti hari-hari kemarin. Tidak di ragukan lagi, ini pasti karena sedekah yang kami berikan kepada fakir miskin kemarin. Sudah kami perhatikan sejak lama, tiap kami memberi sedekah kepada fakir miskin, pasti akan datang rizki atau keuntungan dari berbagai cara yang kadang tanpa kita duga.


Memang kami setiap hari menyisihkan sekian persen dari keuntungan penjualan untuk kami sedekahkan kepada orang yang membutuhkan, dan baru akan kami tunaikan beberapa bulan kemudian atau jika sudah terkumpul cukup banyak.


Memang sedekah itu seperti menanam benih, benih itu langsung tumbuh menjadi tanaman yang bercabang tujuh dengan seratus biji di tiap cabangnya, jadi sedekah yang kita keluarkan akan di balas tujuh ratus kali lipat atau bahkan lebih.


Banyak orang bertanya-tanya, “kenapa aku sudah bersedekah, tapi “seperti”nya tidak ada timbal baliknya?”


balasan dari sedekah bukan hanya dengan materi dunia. Tapi dengan sesuatu yang benar-benar kita butuhkan. Tuhan tahu apa yang kita butuhkan, dan terkadang kita sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya kita butuhkan.


Tidak hanya materi yang di berikan sebagai balasan dari sedekah, tapi juga dengan “kesehatan”. Mungkin hari ini kita akan mengalami kecelakaan Truk yang menyebabkan kita masuk rumah sakit, opname berbulan-bulan, dan sudah menghabiskan banyak uang. Tapi karena pagi ini kita memberi sedekah kepada salah satu pengemis di jalan, kita jadi terbebas dari kecelakaan itu.


Dan berbahagialah jika Tuhan belum membalas sedekah kita di dunia. Itu artinya Tuhan telah menyiapkan sebuah kejutan di akhirat yang bahkan tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.



»»  Baca Selengkapnya...

Asa yang Mengkristal

Selasa, 23-Desember-2008



Tahun ini aku tidak bisa meneruskan study-ku”sementara” waktu, karena keadaan ekonomi keluargaku yang tidak memungkinkan. Seketika itu kesedihan menjalar ke seluruh pori-pori tubuhku, tapi aku mencoba tetap tegar, melihat keadaan ekonomi keluargaku searang yang benar-benar memprihatinkan, memang sangat berat jika aku meneruskan ke bangku kuliah. Apalagi di tahun-tahun terakhir ini kakak-ku lahyang membiayai aku sekolah, aku tidak mau lagi member beban kepadanya.



Sore harinya (18.00 – 19.00) ada sebuah film yang telah membakar semangatku, pesan dan kejadiannya mirip dengan keadaanku saat ini.

  • Pemain yang sesungguhnya aka segera bangkit dari kekalahan dan kekecewaan.

  • Pemain biasa akan lama bangkitnya

  • Pecundang akan terbaring terus di lapangan (EyeShield21)



Aku tidak mau menjadi pecundang yang terus terbaring di lapangan, aku juga tidak mau menjadi pemain biasa yang terlalu lama untuk bangkit, aku ingin menjadi pemain seseungguhnya di dalam kehidupa ini, segera bangkit dari kekecewaan dan kekalahan.



Dan hari itu mengawali perjalanan langkahku untuk keluar dari gua-ku, berpetualang menelusuru tanahku untuk mencari informasi dan peluang. Sampai akhirnya aku sampai di hari ini (2010), hari dimana aku sudah resmi menjadi mahasiswa suatu Negara, yang tidak terlalu menguras uang jika di bandingkan belajar di tanah air ku sendiri.



Tapi batu kerikil masih menghambat jalanku, visa yang tak kunjung keluar, juga rintangan kehidupan di sana yang menanti. Aku juga harus berusaha di sana, tidak hanya belajar, tapi juga harus bekerja demi meringankan beban keluargaku.



  • Pemain yang mengalami banyak kekecewaan yang akan menang. (EyeShield21)

  • Meskipun kamu berhasil sekali setelah beberapa kali berusaha, kamulah pemenangnya. ( Hiruma)







»»  Baca Selengkapnya...

Intan Berlumut di Air Keruh


Banyak teman-temanku yang membenci gurunya sendiri juga orang-orang dewasa lainnya, awalnya aku pun merasa teman-temanku lah yang tidak berbakti dan duluan mencari gara-gara, tapi ternyata aku salah.



Mungkin aku terlena dengan kenyamanan sehingga aku tidak merasakan apa yang di rasakan oleh teman-temanku, para guru banyak memperhatikanku karena prestasi-prestasiku, mungkin di antara teman-temanku, akulah yang sifat dan keperibadiannya dianggap masih orisinil dan tidak terpengaruh dengan dunia luar, sampai seorang guru menasehatiku, kalau aku seperti Berlian di Air Keruh, meskipun berada di dalam air keruh (yaitu teman-temanku yang mereka anggap buruk) tapi tetap bisa bersinar dan tidak terpengaruh dengan air yang keruh.



Begitu butanya aku oleh penampilan luar saat itu, sampai akhirnya aku menyadari hal yang sangat penting, saat aku di tawari untuk ikut organisasi paling bergengsi di sekolah, tapi aku menolak karena banyaknya kegiatan dan organisasi yang sudah aku ikuti, dan karena aku ingin fokus belajar.



Dan di situlah ternyata aku mengetahui kebenaran, mayoritas guru hanya melihat dari penampilan luarnya saja, mereka hanya mengakrabkan diri dengan anak-anak yang aktif dan menonjol, dan memandang dengan sebelah mata anak-anak yang tidak berprestasi atau anak-anak biasa.



jadi jangan salahkan seorang murid nakal jika menyalahkan gurunya, karena memang gurunya-lah yang menyebabkan sang anak seperti itu, guru selalu ingin lebih dekat dan mengakrabkan diri kepada murid yang baik dan menonjol saja, dan selalu memincingkan mata jika bertemu dengan murid biasa, jangankan menyapa, jika kita menyapa-pun terkadang di jawab dengan ekspresi dingin. Kita seolah-olah seperti tidak ada, padahal kita masih di dalam sekolah dan ruangan yang sama. perilaku tidak adil yang seharusnya tidak di miliki orang dewasa seperti mereka.



Terkadang guru selalu tampil bermuka suci saat bertemu di hadapan para orang tua, para guru selalu bilang kalau mereka sudah berusaha mendidik anaknya tapi tetap saja nakal, mendidik? Itukah yang di sebut mendidik? Selalu memincingkan mata saat bertemu dengan murid-murid “biasa”, tidak mencoba membuka hati dan mengakrabkan diri dengan mereka, selalu saja menghukum dan menghukum.



Benar-benar kekanakan aku rasa, mereka hanya melihat dari tampilan luar saja, mereka tidak tahu, kalau murid nakal adalah murid yang paling banyak mengalami masalah di dalam keluarganya, lingkungannya dll, seharusnya mereka di bantu agar mereka tidak merasa sendirian hidup di dunia ini, bukannya di hukum, jika begitu, akan semakin memperburuk keadaan, sang murid sudah merasa tidak punya siapa-siapa lagi, karena gurunya pun tidak bisa mengerti keadaannya.



Para guru selalu melihat kejelekan murid yang sudah tampak dari luar, bukan melihat sisi baik dari murid yang berpenampilan jelek, seperti itukah mayoritas guru di dunia ini? Jika seperti itu, akan semakin banyaklah siswa-siswa yang tidak bisa menemukan jati dirinya dengan baik, karena saat remaja, mereka sudah di tinggal oleh guru dan orang-orang dewasa lainnya.



Jika ingin merubah hal itu, sudah seharusnya kita sebagai generasi baru maupun generasi lama yang masih bertahan, untuk membuka hati kita dan mengakrabkan diri kita kepada semua murid kita, geng yakuza(geng terbesar di jepang) saja tahu, “ kalau kita tidak bisa tahu sifat sebenarnya seeorang, jika seseorang itu tidak membuka diri kepada kita, dengan cara kita lah yang harus membuka diri kepadanya duluan” tidak peduli murid itu berprestasi atau tidak semuanya sama, mereka murid kita, kita harus menghargainya.



Dan kita jangan pernah melihat murid dari tingkah luarnya, jika murid kita berperilaku jelek, jangan lihat kejelekannya, tapi berusahalah mencari sisi baik yang dimilikinya, itulah yang dinamakan kedewasaan, melihat dari sisi dalam.



Aku tidak pernah menganggap muridku sebagai sampah (Great Teacher Onizuka)







»»  Baca Selengkapnya...

abcs