Quick Training

25-April-2011



hari ini acara "Quick Training" dilaksanakan, pelatihan kilat menulis dan menerjemah. malamnya kami tidur di rumahnya Umar yang memang jaraknya dekat dengan Wisma Nusantara.



aku tidur duluan, kira-kira jam 1 dini hari, sementara teman yang lainnya masih bekerja membuat Background sampai subuh. subuh aku terbangun dan bergegas pulang ke asrama untuk bersiap-siap.



aku persiapkan pakaian istimewaku setibanya di asrama. kemeja resmi putih lengan panjang ditambah setelan rompi jas hitam. aku sisir rambutku menutupi dahi, mengikuti gaya Yoo Ji Hoo dalam drama korea Boys Before Flowers.



aku berangkat ke tempat acara, teman-teman yang berpapasan denganku mengomentari penampilanku saat itu..."Wuuuiiih..!! Zainuddin...keren..!!" aku hanya tersenyum sambil berlari mengejar waktu.



setibanya di tempat acara, aku lihat beberapa orang sudah mulai berdatangan....aku heran sekaligus takjub, mereka terlihat begitu antusias, mereka datang tepat waktu. aku benar-benar sangat terkejut, ini hal yang sangat luar biasa bagiku.



karena setiap kegiatan yang diselenggarakan di Mesir, sudah menjadi kewajiban jika molor 2-3 jam. sekali lagi aku bilang sudah menjadi "kewajiban".



pertama kali aku tiba di Mesir, salah satu hal yang sangat aku keluhkan adalah hal itu, jam yang begitu mengaret. bahkan aku pernah sampai menunggu enam jam, acara yang diselenggarakan jam 12 siang, baru dimulai setelah maghrib. Fuuuh.......menjengkelkan..!!



aku masuk ke ruangan panitia, aku jumpai disana, Nunny, gadis manis kelahiran Saudi yang hanya menamatkan SMA-nya dalam waktu satu tahun, jenius bukan? bacaannya novel-novel arab, aku belum tentu bisa membacanya, membaca kitab saja terkadang masih membutuhkan kamus, apalagi novel yang bahasanya menyastra.



Nunny menyapaku, "Hey Zein.....wuih...rambutnya berubah lagi...tapi cakepan kemarin lho...!". secara tidak langsung Nunny memberiku saran yang sangat bagus. akhirnya aku memngambil sisir dan segera pergi ke kamar mandi, aku sisir ke belakang rambutku. dengan bagian samping yang sengaja menutupi telinga. aku lantas keluar dari kamar mandi dan menyiapkan acara "Quick Training".



saat aku kembali ke ruangan panitia, aku baru menyadari, kalau Nunny terus memandangiku dari belakang, pandangan yang aneh......pandangan terpesona....persis seperti pandangan teman-teman cowokku saat melihat wanita mesir yang cantik lewat di hadapan mereka. tak berapa lama kemudian....saat aku istirahat sejenak melepas lelah...Nunny berkata kepadaku, "Zein....aku foto yaa (pakai ponsel-nya), jarang sekali Nunny melihat Zein pakai kemeja." aku mengiyakan.



aku berpikir sejenak, kenapa hanya aku yang dia foto, sementara teman-teman lain yang memakai jas, dan dandanannya lebih rapi dari aku tidak ikut dia foto. ah....yang penting di dalam hatiku aku merasa senang, siapa yang tidak senang... di dalam ponsel gadis saudi yang cantik nan cerdas terdapat fotoku, ahahahahaha (Dasaaaar..!!).



beberapa kali aku keluar di depan para peserta untuk mempersiapkan hiburan, men-setting instrumen serta sesekali aku membantu bagian konsumsi untuk menaruh hidangan untuk para pembicara. kerjaku rangkap. maklum…..kita kekurangan panitia karena masih banyak teman yang belum kembali ke Mesir setelah kejadian Revolusi Mesir kemarin.



dan....tanpa kusadari...saat mataku sejenak melihat ke bagian peserta perempuan...mereka memandang terpesona ke arahku. pandangan yang persis sama yang dilakukan Nunny kepadaku. aku kira cuma kebetulan...saat beberapa kali aku keluar dari arah lain, mereka tetap memandangiku. aiihh....cobaan yang benar-benar mengujiku.



acaranya sangat meriah meski ada sedikit kekurangan...bayangkan, Door Prize-nya sampai lebih dari 30 buah buku. aku awalnya menyediakan hiburan biola....tapi ternyata para pemainnya banyak yang belum datang ke Mesir. dan aku ambil alternatif...aku dan temanku Farid berduet, aku memainkan Piano sedangkan Farid memainkan Biola, meski waktunya "mepet", tapi aku yakin bisa karena kuncinya mudah dan slow, tapi ternyata.....Farid tidak sanggup.



dan akhirnya aku mengambil alternatif lain...Pantomim, si pemain Pantomim sudah sangat terkenal di kalangan Gontor, tapi karena suatu insiden, yaitu tidak adanya Mouse untuk mengatur Instrumen, hasilnya kurang maksimal, tapi lumayan.



acara selesai setelah isya', dan terakhir kita foto bersama di background yang bertuliskan "Quick Training". saat giliranku yang berfoto....mbak Sariyah yang imut dan mbak kiki berteriak, "eh lihat...gayanya Zainuddin...F4 banget, pakaiannya seperti Gubernur...(gak nahaan,,!!), mirip Dao Ming Tse ( baca : tomingse )...Goo Jun Pyo..dan lain2." ahahaha......di dalam hati aku tersipu malu karena senang, tapi di luar, aku berusaha cuek dengan komentar-komentar itu.





Zhie

»»  Baca Selengkapnya...

Peluang Kerja di Mesir

Mesir.....berbagai macam jenis orang terlahir dari negeri kecil ini, tidak hanya Ulama', bahkan pengusaha besar pun bisa terlahir dari sini.



Aku hanya ingin menceritakan sosok lain dari kehidupan mahasiswa Indonesia di Mesir. aku tidak habis pikir, betapa kreatifnya ide-ide mereka.



Di saat orang-orang merindukan masakan tanah air, saat itu juga bertebaran hampir di seluruh pelosok Hay Ashir, restoran Indonesia. lebih dari sepuluh restoran saling bersaing di kawasan itu, karena memang Hay Ashir adalah pusat tempat tinggal mahasiswa Indonesia, tempatnya sangat startegis.



meski harganya terbilang mahal, tapi resto-resto itu tak pernah sepi tiap harinya. bayangkan....makanan mesir yang terbilang enak (menurutku) dan mengenyangkan seperti Kusyari[1], harganya cuma 3 Pound. sementara masakan Indonesia, paling murah 7 Pound, sementara rata-rata harganya 10 Pound bahkan lebih.



terkadang aku tertarik untuk menanam saham di salah satu Resto itu, layaknya salah satu senior di asramaku. beliau menerima 2000-5000 Pound setiap bulannya tanpa harus bekerja. tapi saat aku bertanya kepada temanku yang kebetulan bekerja di sana berapa harga Saham setiap persennya, dia berkata, 10.000 Pound untuk setiap 10 persennya. ah…...aku langsung putus asa mendengarnya. Sebenarnya ingin aku menanam modal di sana, prospek kedepannya bagus, modal bisa cepat kembali dan lagi, aku bisa menabung untuk masa depan, tapi sayang, uangku tidak mencukupi.



dan salah satu temanku pernah berbicara kepadaku, dan aku akui sangat bagus. mendirikan resto di Darrasah, nama kawasan di Universitas al-Azhar. yaa...hampir tidak kutemui masakan Indonesia disana, hanya masakan mesir yang terlihat. tentu akan ramai dikunjungi mahasiswa Indonesia, karena tak jarang mereka berangkat ke kuliah tanpa sarapan terlebih dahulu. mengejar bis yang datangnya tidak bisa diduga-duga, jika bis satu sudah lewat, satu jam kita menunggu belum tentu bis selanjutnya akan muncul.



disamping resto mereka juga menyediakan jasa pemgiriman uang, melihat jasa ATM yang terlalu mahal, setiap pengambilan kita dikenakan biaya 200.000 rupiah. dengan jasa ini, selain cuma dikenakan 50.000 rupiah, pelayanannya juga memuaskan, uang diantar langsung ke rumah kita, tanpa harus jauh-jauh pergi ke mesin ATM.



juga ada jasa pengiriman kitab, bagi para mahasiswa yang hobi "menimbun" kitab, jasa ini sangatlah menguntungkan. untuk menambah luas kamarnya yang sesak karena kitab-kitab yang berserakan.



jasa pengiriman barang.....bagi orang tua yang ingin mengirim barang atau bumbu khas Indonesia ke anaknya di Mesir. lebih direkomendasikan pakai jasa ini. berdasar pengalaman buruk temanku. orang tuanya mengirim barang ke alamat asrama, dan telah menghabiskan biaya pemgiriman 500.000 rupiah, lama dia menunggu, tidak ada kabar dari kantor pos asrama, ternyata barangnya ada di kantor pos lain yang jaraknya lumayan jauh dari asrama, harus menempuh bis. setelah dicek di kantor pos tersebut, ternyata barangnya sudah dikembalikan di Indonesia karena tidak ada yang mengambil. 500.000 ribu lenyap sudah.....



*******



jasa Sewa mobil.....mungkin karena terinspirasi dari banyaknya organisasi di mesir, yang mengharuskan pergi kesana-kemari....juga banyaknya turis atau keluarga mahasiswa yang berkunjung di Mesir, maka muncullah jasa ini.



dan bagi mahasiswa yang ingin Haji, Umroh, atau Pulang ke Tanah Air, ada juga mahasiswa yang menyediakan jasa Tiket.



dan masih banyak lagi kreatifitas-kreatifitas para Masisir(sebutan untuk Mahasiswa Indonesia di Mesir). dan mungkin beberapa yang aku sebut di atas adalah yang paling besar di antara yang lainnya, yang lainnya mungkin usaha kecil-kecilan, seperti jualan pulsa yang saat ini kujalani.



juga jualan rokok Indonesia, mahal lho..Rokok Indonesia disini, satu pound satu batang. kata para penikmat rokok sih, rokok Mesir hambar, tidak ada rasanya.....padahal jika aku diberi kesempatan untuk pulang saat terjadi Revolusi Mesir kemarin, aku ingin membawakan berbagai macam rokok Mesir untuk kakak, tapi...memang belum saatnya...



ngomong-ngomong soal Revolusi, ternyata kesempatan evakuasi benar-benar dimanfaatkan oleh Masisir, banyak dari mereka yang menikah setibanya di Indonesia. emm...jadi kepengen :p.

dan....momen ini pun tidak disia-siakan oleh mereka yang punya jiwa pebisnis, mereka membawa pakaian Indonesia yang kemudian di jual di Mesir. harap maklum....pakaian Mesir norak-norak. sudah ketat warnanya mencolok lagi, tidak akan kuijinkan tubuhku memakai pakaian norak seperti itu...Hoek..!!



ada juga di asramaku, teman-teman yang jualan Bakwan, bahasa jawanya "Ote-ote". juga teman-teman yang menyewakan modem. sebenarnya aku juga mau menyewakan modem, tapi mengingat di asramaku sudah lebih dari lima orang yang menyewakan modem, aku jadi tidak berminat lagi menyewakan modem.



em.....apalagi yaa.....sebenarnya masih banyak hal-hal kreatif yang dilakukan Masisir, tapi karena hanya ini yang saat ini kuingat. terpaksa deh......sampai disini dulu yaa....para pembaca ^^, sampai jumpa lagi di lain kesempatan ^^.






Zhie



[1] Campuran makaroni, mie, jagung, adas, nasi, dan bawang goreng yang ditaburi bumbu khas.

»»  Baca Selengkapnya...

Akhir yang Aku Jalani

Senin, 2-Mei-2011


Hari ini….kegiatan yang aku pimpin berlangsung. Awalnya aku tidak ingin memimpin kegiatan apapun, karena salah satu hal yang aku takutkan adalah memberi sambutan, aku kurang professional dalam hal berbicara di depan umum.



Saat itu, tanggal 28-April-2011 kita berkumpul di Ashab[1] Gami’[2]. Evaluasi acara “Quick Training[3]” yang diadakan tanggal 25 April lalu, mengisi angket kesan dan pesan Informatika, juga pemilihan kepanitiaan LPJ[4].



Aku datang agak terlambat hari ini, karena menunggu Dana yang tengah mandi, ah….itu tak jadi masalah. Aku datang dengan memakai baju batik. Karena memang bajuku habis, hanya tersisa beberapa helai baju yang aku kira tidak cocok jika aku pakai hari itu.



Kita benar-benar terlambat, setelah ashar Mbak Rini menelponku, kira-kira jam berapa kami akan datang? Aku mengatakan mungkin satu jam lagi, karena saat itu kami masih berada di Asrama, tengah berjalan menuju gerbang.



Bis yang kita naiki tepat berhenti di Ashab Gami’, teman-teman yang tengah berkumpul heboh melihat penampilanku, mereka meledek “Habis dari Kondangan yaa?” ahahaha aku tidak menghiraukan kata-kata mereka.



Aku tengah menulis angket kesan dan pesan, aku sibuk menulis kata demi kata di dalam kertas selebaran itu. Sedangkan Bang Jo mulai memilih kepanitiaan LPJ. Pertama kali mereka memilih ketua panitia, mereka memilihku, spontan aku menolak secara terang-terangan lantas kulanjutkan kembali menulis angket.



Tanpa aku sadari, beberapa orang tetap bersikeras memilihku sementara aku tengah sibuk menulis angket. Dan aku terkaget saat menyadari aku dipilih menjadi ketua LPJ tahun ini tanpa persetujuanku.



Aku mengatakan ketidaksanggupanku, karena aku tidak tahu secara detail LPJ tahun kemarin. Begitu juga sekertarisku Rahmat Nur Amin, dia tidak ingin ditunjuk sebagai sekertaris, tetapi para "pimpinan" meyakinkan kita berdua dan bersedia membantu.



Dan……sebelum kita berpisah, aku sempat menangkap sepasang mata yang selalu melirikku. Aku lihat….Ayu secara diam-diam melirikku, mata kami berpapasan, kemudian aku arahkan pandanganku ke arah lain. Aku kembali melihat Ayu, ternyata dia masih melirikku. Dan untuk ketiga kalinya aku melihat ke arah dia, aku sengaja menatapnya lama kali ini, aku hiasi seuntai senyum di bibirku, aku ingin melihat reaksinya. Dan…….akhirnya dia mengalihkan pandangannya.



Aku sadari…sejak aku merubah gaya rambutku, beberapa gadis sering melirikku secara diam-diam. Gaya rambut yang awalnya aku arahkan menutupi dahi, kini aku sisir ke belakang.



*******



Malam itu, aku langsung menginap di rumah Rahmat dan kawan-kawan. Saat itu laki-laki berdarah Sulawesi itu dalam keadaan tidak sehat. Memang udara malam itu sedang tidak bersahabat. Malam hari udara begitu dingin menusuk, siangnya begitu panas menyengat.



Sejenak aku singgah di rumah Rahmat, malam itu ada pertandingan bola. Seluruh isi rumah berencana pergi menonton. Sebagian ke Suuq Sayarah[5], dan sebagian lagi berpencar entah kemana. Karena Rahmat sakit…kami memilih tempat yang tertutup. Akhirnya kami memilih satu tempat, di sebuah kafe yang dikelilingi pepohonan rindang, terkesan alami, seolah berada di hutan. Difasilitasi oleh layar tancap dan berpasanga-pasang kursi dan meja.



Di perjalanan Rahmat berbicara kepadaku,

Rahmat : Zen…..(Panggilan Rahmat kepadaku)….sebenarnya aku tidak ingin menjadi sekertaris, seumur hidupku aku tidak pernah menjadi sekertaris, tetapi para pimpinan meyakinkan aku kalau hanya Copy-Paste surat-surat tahun kemarin…akhirnya aku mau menerimanya….mengingat ini adalah kegiatan terakhir Informatika….dan…ada tanda-tangan kita tertera disana sebagai kenangan….



Terakhir……seketika jantungku berhenti berdetak. Hatiku mulai diliputi rasa syukur, aku beruntung bisa memimpin acara terakhir Informatika, sebelum aku mengundurkan diri nantinya……..



Setidaknya…..aku bisa meninggalkan kenangan……juga tanda tangan terakhirku sebagai keluarga Informatika……





Zhie



[1] Salah satu nama minuman, perasan tebu. Tapi terkadang para Mahasiswa menyebut kata Ashab sebagai nama tempat penjual aneka minuman di Mesir.

[2] Salah satu nama tempat di Nasr City.

[3] Pelatihan kilat menulis dan menerjemah.

[4] Laporan Pertanggung Jawaban.

[5] Lapangan luas tempat jual-beli mobil.

»»  Baca Selengkapnya...

Kembali Tersenyum

5-Mei-2011


Sore ini…..aku kembali tertawa bersama Rais dan Fikri…setelah sekian lama aku terpuruk di Organisasi, kehilangan sesuatu yang menghiasi diriku…..



Beberapa minggu ini…..aku terlalu sibuk mengurusi berbagai kegiatan….Quick Training : Pelatihan menulis dan menerjemah, LPJ Informatika dan lain-lain. Berhari-hari aku tidak tinggal di asrama, tidak lagi bercengkrama bersama teman-temanku.



Aku hampir saja melupakan sahabat-sahabatku yang selalu ada disampingku, pikiranku hanya tertuju kepada satu tujuan…mensukseskan acara yang aku rangkai…



Egois…..aku telah berubah menjadi makhluk egois tanpa senyum dan keramahan…aku menangis di dalam hati, Allah……



Tapi rupanya Allah masih sayang kepadaku…Allah masih berusaha mengingatkanku….di tengah persiapanku menuju acara……Rais dan Fikri masuk ke kamarku, pekerjaan yg selalu kami lakukan….masuk-masuk ke kamar teman. Rais yang tengah melihatku berbenah dan merapikan diri…..bersuara pelan, Juu…. (panggilan Rais kepadaku) aku kangen…..dah lama kita tidak bercanda dan tertawa bareng…kamu tidak merasa hal seperti itu juga Juu….? Aku lihat Fikri juga terdiam tanpa kata.



Aku tak begitu menghiraukan mereka….selesai berbenah…aku keluar dan melangkahkan kaki menuju Wisma Nusantara.



Di tengah kesendirianku….entah mengapa kata-kata rais mulai memasuki nadiku, memberi embun dalam kegersangan jiwaku….aku tersindir, sedih…dan hampir menitikkan air mata…Allah…



Aku telah menjadi orang lain beberapa minggu ini…..melupakan orang-orang yang selalu peduli kepadaku….bukan menjadi orang seperti ini yang aku inginkan…



Saat LPJ Informatika berlangsung…aku dicalonkan menjadi pemimpin Informatika, aku mulai melakukan kampanye ku, pidato singkat…..bahwa aku tidak bersedia menjadi pemimpin Informatika dan menyatakan pengundur-dirianku di hadapan keluarga besar Informatika dengan berbagi pertimbangan…..mulai saran ibu untuk tidak menjadi pemimpin sebagaimana yang disampaikan Mbak Wilda kepadaku lewat e-mail, juga aku ingin kembali bersama teman-temanku……teman-teman yang selalu peduli kepadaku tanpa aku minta…..aku ingin berlari dan tertawa kembali bersama mereka…!!



Jum’at sore, 5-Mei aku berkunjung ke rumah teman-teman, sunyi….tidak ada seorang pun yg tinggal di kamar itu, aku merasa kesepian..aku ambil salah satu buku di rak itu…aku baca mengobati rasa sendiriku….



Tanpa terasa…satu persatu teman-teman mulai memasuki kamar….mereka menyapaku…mengajakku bercengkrama…..adu menggambar, tertawa keras Rais yang khas, memecah suasana…membuat aku dan Fikri tak kuat menahan tawa….



Tak berapa lama…Ba’is menanyakan perihal Informatika,


Bais = “Zai…(panggilan Bais kepadaku)…Informatika sudah pergantian pengurus yaa?

AQ = iya ^^

Bais = kamu jadi apa Zai?

AQ = aku mengundurkan diri is…

Bais = kenapa Zai…

AQ = tahun ini…aku ingin mencari pengalaman lain, tahun depan..aku ingin mendalami keilmuan….



Rais memberi respon positif kepadaku…aku senang….aku bisa kembali tertawa kembali bersama teman-teman satu pemberangkatan denganku.





Zhie

»»  Baca Selengkapnya...

Insiden 'Ubaidilah', Bis Malam, dan ultah Cuprit

Selasa, 10-Mei-2011

Banyak kejadian yang menyenangkan terjadi hari ini, setelah Dzuhur aku pergi ke Sholah Kamil[1] bersama teman-temanku. Mengikuti ORMABA (Orientasi Mahasiswa Baru), yaa….semacam Ospek di Indonesia.



Padahal jauh-jauh ke Mesir, mengira tidak ada Ospek…ternyata tetap tidak lepas dari hal satu itu…Fuuuh… tapi untunglah Ospek disini tidak kejam seperti di Indonesia, yang terkesan menyiksa dan mengerjai mahasiswa baru habis-habisan. Kegiatan ospek disini hanya diisi seminar-seminar yang berkualitas, dengan para pemateri yang handal dengan tidak melupakan acara inti, makaaaaan..!!!.



Ospek berlangsung selama dua hari, hari ini dan besok. Tapi sepertinya aku tidak bisa mengikuti acara esok. Setelah Ashar, mbak Rini menelponku….



Rini : Zai…..besok kita Rihlah[2] ke (hehehe…aku lupa nama tempatnya), kamu mau ikut tidak? Kalau mau kita pesankan makanan-nya, kalau tidak juga tidak apa-apa.

Aku : iya mbak…!! Aku mau..!! berkumpul dimana?

Rini : di Hadiqah Dauliah[3], jam setengah tiga, datang jam tiga juga tidak apa-apa ^-^



Jika aku diberi dua pilihan, antara mengikuti ospek yang di hadiri pemateri handal dengan hadiah notebook dan modul sebagai fasilitas, dengan Rihlah bersama teman-teman Informatika. Aku lebih memilih Rihlah bersama Informatika.



Bukan masalah Rihlah-nya. Siapa sih yang tidak kepengen Rihlah? Bagiku…..acara ORMABA mungkin lebih baik bagiku, karena aku mendapat pengetahuan baru, tapi Rihlah bisa aku lakukan kapan-pun.



Tetapi itu bukan point penting yang aku pikirkan, Rihlah bersama Informatika. Jika yang mengajak orang lain, tentu aku tolak, tetapi ini…Informatika. Mereka sudah menjadi keluargaku. Aku yang tak punya keluarga di Mesir, mereka membentangkan tangan untukku, mengayomi aku, memberikan aku senyum dan tawa. Aku ingin melukis kembali kenangan bersama mereka, meskipun saat ini aku sudah mengundurkan diri dikarenakan berbagai alasan dan pertimbangan.



*******



Pemberian materi dibagi menjadi dua sesi, pertanyaan-pertanyaan sesi pertama dikuasai oleh anak-anak fakultas lain.



Empat pertanyaan pertama dilempar oleh Eva[4], cowok yang aku lupa namanya, Fardan[5], dan Dana[6]. Pertanyaan dan paparan mereka merenyahkan suasana karena joke-joke mereka, hanya saja Fardan yang kurang berhasil mericuhkan suasana, humor-humornya tidak berhasil membuat tertawa peserta. Ah….itu tidak menjadi masalah.



Usai sesi pertama, aku dan sahabat sefakultasku, Hariadi melakukan rencana. Dari sesi pertama tidak ada fakultas Dirasah yang angkat bicara, kami mengakui, kami adalah kalangan Minoritas, dilihat dari daftar hadir, ada puluhan perwakilan dari masing-masing fakultas, hanya fakultas Dirasat saja yang memiliki perwakilan dua orang, ya…dua orang, miris bukan?



Kami berencana menguasai pertanyaan di sesi dua kali ini, kita memang Minoritas tapi harus berkualitas, ucapku kepada Hariadi.



Sesi dua dimulai setelah Ashar, berangkat dari pengalaman, moderator memilih penanya dari maing-masing sisi tempat duduk, Hariadi berpindah menuju tempat duduk lantai atas, sementara aku tetap di bawah, ini startegi kami.



Pemberian materi berlangsung, diambil empat penanya, satu dari atas, Hariadi berhasil mendapatkan kesempatan itu, dua lainnya dari pihak laki-laki, dan celakanya penanya terakhir diambil dari pihak perempuan, aku belum mendapatkan kesempatan untuk bertanya.



Dan Alhamdulillah , Allah memberi kesempatan kepadaku, tidak ada dari pihak perempuan yang ingin bertanya, ini kesempatan terakhirku, banyak para laki-laki mengangkat tangannya, aku harus menang dari kompetisi ini, aku mengangkat tangan dengan badan sedikit agak berdiri, agar tanganku terlihat agak jauh lebih tinggi dari yang lainnya. Dan si moderator menunjuk, “ya…yang memakai kacamata itu” dia menunjukku, Alhamdulillah..!! aku mendapatkan kesempatan untuk bertanya..!! karunia Allah yang tiada taranya. Allah memudahkan jalan bagi kami untuk mengangkat nama fakultas kami.



Pertanyaan pertama dari Hariadi, pertanyaan rumit, menambah kesan mahasiswa Dirasat semakin berkualitas. Dua pertanyaan berikutnya sugguh garing, semua peserta hanya diam seribu bahasa, harus ada perubahan, tidak bisa acara seperti ini berjalan semakin membosankan, perlu adanya penggebrakan, Ice Breaking…!!



Giliranku yang bertanya, mike aku terima, aku tetap duduk tidak seperti penanya lainnya yang berdiri, keras kepala yaa? Itulah aku. Ahaha. Kemudian aku ditegur oleh moderator untuk berdiri dengan alasan agar Akhwat[7] bisa dengan jelas melihatku. Alasan itu yang semakin membuatku enggan untuk berdiri, aku tidak mau pamer kepada para gadis, harga diriku bisa rusak.



Awal mula aku mengomentari joke Pemateri[8] terhadap Moderator[9] yang berkata bahwa si Moderator tidak laku, aku berkata, “Bapak pemateri jangan salah sangka, meskipun dari luar tampak tidak laku, beliau sebenarnya sudah melakukan langkah khusus, bahkan beliau pernah mengajarkan kepada salah satu teman kami “langkah Tiga si”, kolekSI, selekSI, dan resepSI.



Tertawa ricuh mulai menghiasai ruangan Sholah Kamil. Aku berhasil memecahkan suasana. Disini aku memperkenalkan diriku sebagai Ubaidillah dari Fakultas Dirasah Islamiyah, aku memang sengaja, aku tidak mau menampilkan nama asliku seperti yang lainnya.



Kedua aku mengucapkan terima kasih kepada pemateri kedua, bapak Cecep, aku berkata, “terima kasih untuk pak cecep, anda telah menghibur saya”. Para peserta beserta moderator kembali tertawa. Tanpa ku sengaja aku kembali memecahkan suasana. Terkadang aku berpikir mereka terlalu melihat kata-kata spontan secara Dzahiri, tanpa mendalami terlebih dahulu makna tersirat yang terucap.



Aku akui perkataan bapak Cecep menghiburku, materi pertama yang terkesan membosankan bagiku, setelah datang pak Cecep, pikiranku kembali terbuka, penyampaiannya membuka kembali cakrawala berpikirku. Dan memberi pesan moral yang pas dan sesuai dengan keadaanku saat ini.



Aku lanjutkan kembali perkataanku, “saya terkesan dengan penampilan Bapak Cecep, Jas-nya, Dasi-nya, mirip Mario Teguh. ( keriuhan suasana kembali tampak, memecah keheningan semua sisi gedung megah Sholah Kamil )



“Salam Super[10]…pak Cecep” ( tak henti-hentinya aku menahan tawa, mendengar reaksi heboh teman-teman yang hanyut dengan suasana yang aku bawa )



Aku bertanya mengenai pembunuhan karakter, mulai orang-orang yang sering menjatuhkan dan mengejek aku, menghalangi aku untuk bergerak dan berprestasi juga pertanyaanku tentang penambahan misi dan visi.



Aku mendengar teman-teman dari arah belakang tertawa, mungkin itu orang-orang yang merasa pernah menjatuhkan aku, tapi aku sadar, mereka yang memberikan aku cambuk motivasi bagiku, membuatku terus berjuang dan menunjukkan kepada mereka bahwa aku tidak seperti yang mereka bayangkan.



Pertanyaan aku tutup, sebagian teman-teman meneriakkan namaku…Zainuddin..!! Zainuddin..!! dengan dihiasi suara tepukan tangan sebagai BackSound-nya ( ih…..sudah capek-capek make nama palsu, ternyata ketahuan juga )



Acara berakhir, aku melaksanakan sholat Maghrib berjama’ah bersama teman-teman. Dan tiba-tiba ada panggilan, “Ubaidillah…Ubaidillah….” Aku sayup-sayup mendengar dan……….



Dan aku baru menyadari kalau….. ITU NAMA PALSU YANG AKU PAKAI…!!! Aku menoleh ke belakang ternyata teman-temanku..!! mereka berdatangan satu-persatu sambil tertawa meneriakiku “Ubaidillah”.



Bermacam-macam komentar silih berganti menghujaniku,

Andi Arifin : “ aku kira siapa? Namanya Ubadillah tapi kok suaranya familiar banget.”

Rais : “ Juu…kamu tadi pake nama-nya siapa? ”



*******



Kami menunggu teman-teman lain yang masih menunaikan Sholat Maghrib, dan tiba-tiba Nunny menghampiriku, “Zein mau pulang ke Bu’uts tidak? Aku mau ke Darrasah naik apa yaa untuk menuju kesana”, dari belakang teman-teman menyorakiku……Ciee..Zainuddin…siapa itu..??



Nunny, Gadis kelahiran Saudi, banyak orang menilainya cantik dan anggun, gaya kerudungnya yang khas Arab sudah menjadi ciri khasnya. B.Arabnya super lancar dan baru-baru ini aku mendengar dia berbicara dengan B,Inggris saat menelpon. Dan satu kelebihan dari dia yang belum aku temukan dari gadis manapun yang aku temui selama ini. Ekspresi wajahnya selalu tersenyum, meskipun dia kecewa mimiknya selalu tersenyum.



Mari aku perjelas perbedaannya. Gadis manapun yang diberi gelar murah senyum, pasti masih memiliki mimik sedih dan kecewa, meskipun dihadapan orang lain selalu menutupi mimik dengan senyum. Tapi Nunny berbeda, sepertinya hanya mimik senyum yang ada di wajahnya, berkali-kali aku terkadang mendengar nada bicaranya yang kecewa…..tapi di wajahnya mimik senyum yang terlihat, mimik senyum asli, tanpa berniat menutupi kekecewaan. Gadis Unik.



Berkali-kali teman-teman menyorakiku dan menyindirku, akhirnya aku malu dengan sendirinya, kemudian aku mengajak Nunny keluar, teman-teman semakin keras menyorakiku, “Ciiee…..Malu…!!”



Dan Alhamdulillah, beruntunglah aku, ada bis menuju Darrasah yang berhenti menunggu kita, aku tunjukkan kepada Nunny bis itu, dan alangkah terkejutnya aku, satu bis diisi oleh mahasiswa Indonesia semua^^.



Suasana Malam di Bis yang sungguh menyenangkan, di tengah perjalanan ada beberapa orang Mesir yang terkejut melihat isi Bis yang seluruhnya orang Indonesia, mereka bertanya nama kami satu persatu, teman-teman mengaku bernama Bruce Lee, Jet Li dan petinju muslim terkenal Muhammad Aly.



Riuh suasana menghiasi perjalanan. Di dalam bis, teman-teman saling meledek, meledek kejadian tempo hari, saat Yazen kebetulan mencuci bersama para pekerja asrama di kamar mandi, “Si Yazen nyuci baju bersama paman-paman Mesir, mau buka Laundry Zen?”



Kemudian terlintas toko “Lulu[11] Center” , si Fathi bertanya apa artinya Lulu? Yazen yang sedikit kesal karena ejekan tadi mengangkat suara, Lulu ya Laundry..!!

Meledak tawa penumpang seisi bus.



*******



Sore hari sebelum acara ORMABA selesai…Cuprit, seorang sahabat yang aku temukan di situs jejaring sosial Paperdrink mengirimi aku pesan, “asssalamu’alaikum…Zhie sibuk?”. Aku menjawabnya, dan berencana tuk online dan chatting dengannya sepulang dari kegiatan ini.



setibanya di asrama ku lihat jam di Ponselku, terlukis angka setengah sembilan malam disana, aku urungkan rencanaku tuk online, karena terlalu larut, Cuprit pasti sudah terlelap, di Indonesia sudah lewat tengah malam.



Pagi hari usai melaksanakan sholat subuh, aku buka Paperdrink-ku, alangkah terkejutnya aku, ternyata hari ini Cuprit Ulang tahun sementara adiknya Ulang tahun sehari sebelumnya. Dua pasang saudara yang terlahir di tanggal 10 dan 11 Mei. Unik..!



Kebahagian yang tiada terkira, Momen yang tepat, Aku bersyukur kepada Allah…karena Allah memberikan aku kesempatan untuk online hari ini, sedih tiada terkira jika aku melewatkan hari ini.



Aku periksa status-statusnya, aku perhatikan dengan jeli waktu pembuatan status, ternyata dia keluar makan malam bersama keluarga-nya saat mengirimiku sms kemarin sore.



Ku rangkai kata demi kata, kukirim secara istimewa teruntuk sahabatku di seberang, yang memberiku banyak pelajaran kehidupan meski (mungkin) dia tidak menyadarinya, Cuprit…



Seikat kata sederhana aku kirim untuknya, kata yang pernah aku kirim untuk Mbak Rini menjelang ultah-nya. Karena bagiku….mereka berdua adalah orang-orang yang sangat berarti dalam kehidupanku.



YiHiiiii....!!!
Cuprit ultah ^^ 11-Mei yaa ^^

Ya Allah...!!!! Alhamdulillah..!! hari ini aq tdk terlewat...masih bisa ngucapin selamat...^^

kian lama umur kita semakin terkikis….dan tanpa terasa Allah akan mengutus Cahaya-Nya menjemput qt

hiasi umur yg tersisa dg kebaikan

Allah melihat…..jg mendengar…..tetesan kebaikan yg qt persembahkan utk-Nya

sahabatmu
Zhie






Zhie



[1] Salah Satu Auditorium di Kairo, untuk membuat acara besar, kerap kali mahasiswa Indonesia memakai Sholah Kamil sebagai tempat.

[2] Jalan-jalan.

[3] Taman Internasional.

[4] Mahasiswai Ushuluddin marhalah Byzantium.

[5] Mahasiswa Darul Lughah dari Mu’allimin.

[6] Teman sekamarku sekaligus teman satu organisasi, Almasry dan Informatika.

[7] Gadis-gadis (umumnya diartikan sebagai “para saudara perempuan”)

[8] Pemateri pertama Bapak Mukhlashon.

[9] Moderator saat itu Jamal Abdul Lathif.

[10] Kata khas Mario Teguh.

[11] Permata.

»»  Baca Selengkapnya...

Sahabat yang Sangat Aku Rindukan

tanpa terasa hari itu tiba juga....2-Mei-2011, sahabatku Kurniawan diangkat menjadi Pimpinan Redaksi. padahal baru tiga minggu yang lalu kita sama-sama masih menjadi kru.


Ahad, 10-April-2011 kita bersama-sama mewawancarai Julia Simon, gadis Amerika keturunan Yahudi yang datang ke Mesir untuk melakukan riset kepada para penduduk Indonesia khususnya pasca Revolusi Mesir.


saat itu dia bercerita masih di Jakarta, yang kemudian dia mendapat tugas langsung dari Amerika untuk terbang ke Mesir. padahal dia masih S1 tapi sudah mendapatkan begitu banyak pengalaman dan kesempatan mengelilingi dunia. dia lulusan Chicago University jurusan sejarah Arab.


dan alangkah terkejutnya aku saat mengetahui jika dia juga bisa berbahasa Indo dan B.arab, meski tidak selancar bahasa induknya, bahasa Inggris. tetapi aku begitu tercengang melihat kenyataan ini. meskipun begitu, kita tetap mewawancarai dia dengan bahasa Inggris, tidak ada sama sekali campuran bahasa Indo maupun bahasa arab dalam wawancara kami.


dia mengatakan dia sangat menyukai band D'Cinamon, dan dia adalah seorang Jurnalis, pernah bekerja di BBC, juga dia berada di bawah naungan Asia Foundation, organisasi yang menaungi Jaringan Islam Liberal di Indonesia.


disamping itu, dia juga berada di bawah naungan Henry Luce Foundation. dia menceritakan kepada kami bahwa Henry Luce adalah seorang Amerika tetapi amat sangat mengerti tentang Asia, dia kebanyakan tinggal di Cina. dan dia mengirim pelajar yang sama sekali tidak mengetahui Asia untuk melakukan riset di Asia agar mereka mengetahui Asia.


sebenarnya banyak kejadian lucu disini, tapi aku malas menceritakannya, karena sudah terlalu sering aku menceritakannya kepada orang-orang.


*******


2-Mei-2011


Kurniawan diangkat menjadi Pimred, aku lihat dari wajahnya, terpancar wajah kesedihan, dan aku melihat sekilas, dia ingin menangis, iya, sangat berat, akupun tidak ingin memikul tanggung jawab ini.


dan Nominasi dibacakan, aku tidak menyangkanya, aku menjadi Kru Informatika Terfavorit. aku sangat senang.


beberapa hari kemudian, aku mengirim SMS kepada Kurniawan, mengajuan pengundur-dirianku, karena tahun depan ingin fokus Kajian, Talaqqi (belajar bersama Syaikh langsung(Face to Face) di masjid-masjid yang tersebar di seluruh antero kota Kairo), juga ingin fokus menghafalkan Al-Qur'an. dan...sms-ku tidak dibalas.


*******


7-11 Mei-2011


pengumuman penerimaan kru baru di tempel, semula berjalan lancar, aku ikut senang. aku telpon kurniawan, berniat menanyakan kabar kru baru, tapi......ponselnya tidak diaktifkan. aku berpikir mungkin Hapenya sedang di ces.


beberapa hari kemudian....aku mencoba menelponnya lagi...berkali-kali dan hampir setiap hari...tetapi tetap ponselnya ditutup. ada apa ini?


aku coba telpon Ayu, Ayu berkeluh kesah kepadaku,"Zai...bagaimana ini..Kurniawan tidak mau menjadi Pimred (Pimpinan Redaksi)." aku berpikir sejenak, merenungi kata-kata Ayu, ada apa ini?


dan Dana juga berkeluh kesah kepadaku, "Zen...semuanya menjadi Rumit, tanggal 12 Mei kita akan mengadakan tes penerimaan kru baru, tapi kemarin Kurniawan menyatakan pengundur diriannya di depan para senior. alasannya dia masih menjadi pengurus di beberapa organisasi, dan dia menderita dua penyakit, sehingga dia tidak bisa begadang malam mengerjakan tugas seperti Bang Jo (Pimred sebelumnya) dan lagi dia tidak pernah bisa ditelpon". aku mencoba menenangkan Dana, "tenang Dan, aku akan berusaha berbicara dengan Kurniawan, Insya Allah pasti bisa, aku yakin dia mau menjadi Pimred."


*******


12-Mei-2011


aku telepon Ayu di hari berikutnya, "Yu...kurniawan mana?". "si Kurniawan berdiam diri di Gua Hiro."jawab Ayu. “kamu punya nomor teman dekatnya gak yu?". "telepon si Eka, dia satu kamar dengan Kurniawan."


aku langsung menelpon Eka, ternyata Kurniawan sedang pergi kuliah. Eka menanyakan kepadaku, "ada apa?". “tidak ada apa-apa kok Eka, nanti kalau Kurniawan sudah balik, suruh dia telepon aku ya, Makasih Eka." aku tutup ponselku dan bergegas ke Laptopku. menjebol Facebook Informatika, berniat memata-matai Kurniawan, ada apa gerangan. dan ternyata aku mendapat sedikit petunjuk. aku langsung buka Gmail-ku. aku kirim pesan ke E-mail Kurniawan dengan bahasa Inggris, karena kita sudah berkomitmen sejak dulu untuk berbicara bahasa Inggris.


Hei, sahabatku...

bagaimana kabarmu...sudah lama kita kita tidak berjumpa dan bertegur sapa, hampir setiap hari aku berusaha menelponmu, tetapi ponselmu selalu mati dan tidak bisa dihubungi, apa yang terjadi denganmu, sobat?

ah....aku merindukan masa-masa dulu, kita saling tertawa, saling mengejek, terbuka satu sama lainnya.

sungguh...aku sangat menantikan masa-masa itu kembali.


jam delapan pagi aku mengirim E-mail itu, lantas aku berangkat kuliah. siangnya....aku menelpon Bang Jo (mantan Pimred) "bang...nanti sore kumpul para pembesar Informatika yaa...aku mau memberi tawaran kepada Kurniawan, sampean yang bilang tawaran itu ke Kurniawan yaa.." "kamu datang saja Din...datang sebagai sahabatnya." "tapi tidak enak Bang, berkumpulnya bersama para pembesar Informatika, sementara aku bukan siapa-siapa lagi." "gak usah kayak gitu Din, datang saja." ponsel di tutup.


siangnya, Mbak Rini menelpon aku,"Zai...kamu nanti datang yaa..." "Maaf mbak Rini, aku gak enak, yang hadir para pembesar Informatika, sementara aku bukan siapa-siapa lagi, aku sudah mengundurkan diri." "kamu undangan istimewaku Zai...kamu harus datang." aku takluk dengan kata-kata mbak Rini, aku mengiyakan.


aku buka kembali E-mail ku, dan....ada balasan dari Kurniawan disana, aku baca sekilas, ternyata benar dugaanku, aku menutup laptopku, dan bergegas ke rumah makan "Pondok Ayu", disanalah tempat kami berkumpul, awalnya kami merencanakan berkumpul di "Ashab Gami'", ternyata berubah, entah karena apa?


aku turun dari angkutan umum, dan turun dari di masjid Gami', aku telpon Bang Jo, karena aku tidak tahu dimana letak "Pondok Ayu", Bang Jo mengintruksikan aku untuk terus maju sampai pertigaan sesampainya di Masjid Gami', ada Kurniawan yang akan menjemputku disana.


*******


aku sampai di tempat tujuan, delapan orang yang hadir, duduk melingkar dan berhadapan-hadapan, suasananya mencair, penuh canda-tawa. sesaat...tibalah acara intinya, Kurniawan menyatakan ketidaksediaannya untuk menjadi Pimred.


akhirnya satu persatu berbicara, dan megomentari, aku terdiam membisu menatap angan saat mendengar langsung pemaparan dan alasan Kurniawan mengundurkan-diri. Bang Jo mempersilahkan aku untuk berbicara, tapi aku menolak, aku berkata pada Bang Jo, aku ingin menjadi yang terakhir berbicara.


satu-persatu menyatakan kesedihan dan kekecewaannya atas ketidak-sanggupan Kurniawan menjadi Pimred, dan adzan Maghrib berkumandang sedangkan Dana masih berbicara. sekarang giliran terakhir aku yang berbicara, aku berkata, "nunggu Adzan selesai". semuanya tertawa..."bagus Din...salaman dulu Din..." ada apa nie? aku jadi bingung responnya kok luar biasa seperti ini, selesai Adzan mereka berteriak..."Zainuddin yang mimpin Do'a" ahahahaha aku tidak menggubris perkataan mereka.


sekarang giliranku berbicara, "tentang Kurniawan....." semuanya langsung tertawa.."ahahaha do'anya judulnya tentang Kurniawan" aku tidak kuat lagi menahan tawa, aku ikutan tertawa, aku tutup mulutku saat tertawa, mbak Ambar dari pojok berkomentar, "Zainuddin...kalau tertawa jangan ditutupi gitu donk, kelihatan Cute (Imut) banget."


aku lanjutkan bicaraku, "jika aku menjadi Kurniawan, menerima tanggung jawab sebesar ini, akupun tidak cukup kuat menerima beban ini. jadi...aku menawarkan satu hal pada Kurniawan, asalkan Kurniawan tetap menjadi Pimred."


aku lihat Kurniawan...dia menggelengkan kepala, aku lanjutkan bicaraku. karena Kurniawan belum mendengar tawaranku, wajar jika dia belum mau.


"Kurniawan...ingat beberapa hari yang lalu, aku memberimu surat pengundur-dirianku dari Informatika karena ada misi yang ingin ku kejar tahun ini, sebenarnya sangat berat aku memutuskan hal ini, tapi demi kamu sobat..."


"aku tarik kembali surat pengundur-dirianku, kamu mengatakan kamu punya penyakit paru-paru basah dan penyakit TBC dan tidak bisa begadang malam, aku akan gantikan tugas-tugas berat itu. kami tidak membebankan kamu tanggung jawab yang besar itu sendirian, aku akan membantumu, kita kerja bersama."


"kamu mau kan bekerja bersama aku lagi.....tertawa bersama-sama...saling mengejek satu sama lain..." dan Kurniawan menyahut....."aku bisa lagi membuatmu kesasar.." aku tersenyum.


mata Kurniawan basah, dia berusaha menutupi air mata yang ingin dia sembunyikan....Rida dari samping berbisik kepada Ayu, "Kurniawan menangis".


Kurniawan memulai pembicaraannya, "melihat kata-kata Zainuddin yang tulus....terserah kamu Zen..". "jadi....kamu mau menjadi Pimred.?" "asalkan kamu bisa memegang kata-katamu Zen". dan Kurniawan mulai membicarakan keluh kesah yang ada di hatinya, yang selama ini ditutupi.


Kak Sayyid, Pimred Dua tahun yang lalu, dan Dana, Pimpinan Umum tahun ini, berbicara seolah-olah menjatuhkan Kurniawan. aku berteriak di dalam hati, "kemana kedewasaan kalian...!! sudah sulit-sulit aku bawa Kurniawan masuk kembali sebagai Pimred, kalian malah menjatuhkannya lagi..Tahan emosi kalian..!! bagaimana kalau dia mengurungkan niatnya menjadi Pimred lagi..!!? "


aku melihat wajah Kurniawan yang terdesak....aku langsung berteriak kepada mereka berdua..!! Dana yang mengeluhkan soal terputusnya komunikasi.....aku berbicara kepada dia "coba kamu pikir, dengan situasi yang begitu terdesak akibat beratnya tanggung jawab yang dipikul, di tambah penyakit dalam yang dideritanya.....mana mungkin Kurniawan sempat menginformasikan kepada kita semua?!! kitalah yang harus aktif, kita cari orang-orang terdekatnya, kita tanya...seperti aku..saat berkali-kali aku gagal menelpon Kurniawan, aku bertanya kepada Ayu siapa orang terdekat Kurniawan....ternyata Eka, aku segera telpon Eka...ternyata Kurniawan pergi ke Kuliah...kemudian aku kirim E-mail dan Alhamdulullah di balas.


dan kepada kak Sayyid yang mengeluhkan kenapa baru memberi tahu isi hatinya sekarang...aku berkata....jika ingin membuat orang pendiam berbicara.....bicaralah dengan hati...hanya saja, kita yang tidak mau mengerti orang lain..!!


aku terdiam membisu setelah mengungkapkan kata-kata itu, Bang Jo menutup diskusi, dan berbicara kepadaku....."tidak sia-sia kamu menjadi kru informatika terfavorit tahun ini, kamu berhasil meluluhkan hati Kurniawan."


pikiranku menerawang.....membaca ulang balasan E-mail Kurniawan yang aku buka sebelum berangkat kesini......


sahabatku.....

aku tidak apa-apa...hanya saja aku ingin menyendiri...orang-orang sangat mempercayaiku...hal itu yang terasa membebaniku...aku tidak cukup kuat membawa tanggung jawab ini sendirian...aku sudah berkata kepada mereka satu kali, tetapi mereka tidak mau mengerti, kemarin aku sudah mengatakan di depan orang-orang untuk kedua kalinya...dan aku sedang menunggu jawaban mereka...

aku iri denganmu sobat....kamu bisa bebas dari pikiran-pikiran ini...bisa pergi dari orang-orang dan urusan ini....

aku ingin kembali....ke masa-masa itu..




Zhie

»»  Baca Selengkapnya...

Orang-Orang Mengenalku

19-Mei-2011

siang ini, aku melihat pengumuman yang di tempel Berri, sahabatku dari Palembang. pengumuman seminar Fiqh, tentang "Salafiyah dan Madzhab". aku mengatakan keinginanku kepada Berri untuk mengikuti acara tersebut, dia mengiyakan dan segera menjemput aku dan Fikri jam dua siang.

perjalanan yang amat memuakkan, di tengah panasanya musim panas, kita menunggu bis. ada temanku yang sudah menjadi patung akibat terlalu lama menunggu bis yang tak kunjung datang. miris sekali kota ini.

tiba-tiba Berri berteriak, "Bis datang cuy", kami langsung berdiri dan berlari menghadang bis. beginilah keadaan di kota ini, bukan bis yang membutuhkan penumpang, tetapi kitalah yang membutuhkan bis, setiap bis yang lewat, hampir tidak pernah berhenti, mereka hanya menurunkan kecepatan, kitalah yang harus berlari dan melompat kedalam bis, tak heran jika awal aku sampai di Mesir aku sempat terjatuh karena bis yang tidak mau berhenti, mengakibatkan celana hitamku sobek dan menyisakan sedikit goresan luka di kulitku.

bis-nya penuh, tapi orang-orang tetap saja berusaha masuk, akupun juga begitu, meski penumpang sudah membludak keluar pintu, aku tetap saja memaksakan diri untuk ikut berjejal, aku tidak mau lagi menunggu lebih lama lagi bis selanjutnya. aku tidak mau membuang waktuku hanya untuk menunggu bis.

aku berhasil masuk, meski aku terhimpit orang-orang Mesir yang berbadan besar, Berri tiba-tiba berteriak kepadaku, "Din..!! bagaimana? masih hidup?", aku lantang berteriak, "masih hidup ber..!" aku tidak peduli kalau teriakanku terlalu keras, karena aku yakin orang-orang mesir tidak mengerti ucapanku.

di pojok pintu, aku lihat dua orang gadis cina sedang terhimpit juga layaknya kami, wajah kuning cina dengan balutan kerudung membuatku semakin bangga dengan islam, di Indonesia hampir tidak pernah aku melihat wajah cina seperti mereka memakai kerudung.

tapi aku bersyukur di dalam hati, mereka ada di dekat pintu, sehingga tidak terlalu terhimpit seperti kita. tetapi..tetap saja aku aku tidak tenang melihat perempuan yang terhimpit seperti itu, karena terkadang laki-laki hidung belang memanfaatkan situasi ini, mencari kesempatan dalam situasi terhimpit ini.

aku pasang mata kepada orang-orang mesir yang ada di dekat dua gadis Cina itu, bersiap-siap melabrak mereka langsung jika berani macam-macam atau melihat gerakan-gerakan aneh yang mereka lakukan, tetapi untunglah tidak ada yang terjadi sampai mereka berdua turun.

saat kami tiba di tempat tujuan, alangkah kecewanya kami, acara belum juga dimulai, sepi peserta bahkan pembicaranya pun belum hadir, dan yang lebih mengejutkan lagi, pesertanya semuanya perempuan...! AAAaaaaaarrgghhh..!!

aku dan Fikri sangat merasa malu, kami bersembunyi di tembok, kemudian Berri di panggil oleh seorang perempuan yang tidak aku kenal, "Berri....kamu mengajak siapa...itu anak Informatika(organisasi pers yang aku ikuti) kan?"

aku terkaget...ternyata aku dikenal, aku tidak berani bertanya darimana dia mengenalku, aku terlalu malu berbicara dengan perempuan.

dan aku teringat peristiwa beberapa hari yg lalu, saat aku berjalan-jalan bersama Rahmat, temanku dari Sulawesi, melihat-lihat keadaan lomba bedah Turots(Kitab Klasik) berlangsung. tiba-tiba orang yang tidak aku kenal menyapaku,"Zainuddin ikut lomba juga?" aku terpanah....darimana dia mengenal namaku? aku langsung menjawabnya, "emm...tidak kok, cuma lihat-lihat sekaligus menemani teman yang mau ikut lomba".

Rahmat pun heran dan bertanya kepadaku,

Rahmat : " Zen, darimana kamu kenal dia? ".

Aku : " aku tidak mengenalnya mat, Sungguh.! "

Rahmat : " sepertinya banyak yang mengenalmu Zen, tapi kamu tidak tahu siapa mereka "

kemudian temanku nyeletuk, Ciee.....Zainuddin banyak penggemarnya.

dan...beberapa kali orang-orang menyalamiku dan berkata, "antum yang menjadi panitia pelatihan menulis dan menerjemah itu yaa?", aku mengangguk pelan dan melempar senyum kepada mereka.

Zhie

»»  Baca Selengkapnya...

abcs